BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG
Dengan menyebut
nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan
puji syukur atas kehadiran-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan inayah-Nya
kepada kami, sehingga kami dapat selesaikan makalah mengenai Implementasi
Sistem Informasi Manajemen terhadap Perusahaan.
Makalah ini sudah
selesai kami susun dengan maksimal dengan bantuan pertolongan dari berbagai
pihak sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut
berkontribusi di dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua
itu, kami menyadari seutuhnya bahwa masih jauh dari kata sempurna baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami terbuka untuk
menerima segala masukan dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca
sehingga kami bisa melakukan perbaikan makalah sehingga bisa menjadi makalah
yang baik dan benar.
Akhir kata kami
meminta semoga makalah tentang Implementasi Sistem Informasi Manajemen terhadap
Perusahaan ini bisa memberi manfaat ataupun inspirasi pada pembaca.
Jakarta, 7 Oktober
2018
Penyusun
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 PERUSAHAAN TAKSI “BLUE BIRD
Blue Bird telah berkembang pesat dengan sekitar 12000
armada-nya yang tersebar di seluruh penjuru Jakarta. Kesuksesan yang
diraih oleh Blue Bird ini tak lepas dari upaya Blue Bird dalam
memanfaatkan teknologi. Berawal sekitar tahun 1972, Blue Bird yang mengimplementasikan
pertama kali di Indonesia sistem komunikasi radio serta penggunaan
argometer yang ketat untuk armada-armadanya. Jejak langkah Blue Bird ini
diikuti pula oleh perusahaan taksi lainnya yang beroperasi di Indonesia.
Sekitar beberapa tahun terakhir ini Blue Bird sudah menggunakan teknologi GPS
(Global Positioning System). Selain digunakan untuk melacak posisi
armada-armadanya, GPS ini juga digunakan sarana berkomunikasi antara Blue
Bird Group merupakan market leader dalam bisnis transportasi, Blue Bird
sudah menjadi brand yang kuat dan dikenal luas oleh masyarakat. Diawali
dengan armada 25 taksi pada tahun 1972, kini setelah lebih dari 30 tahun
mendalami bisnis jasa transportasiarmada taksi dengan Call Center.
Berbeda dengan teknologi komunikasi radio yang terbatas pada
komunikasi suara yang sudah umum digunakan oleh operator-operator taksi,
teknologi GPS ini mempermudah operator dalam menentukan posisi konsumen
dan armada mana yang dapat menjangkaunya, sehingga pelayanan bisa
dilakukan lebih cepat dan mengurangi antrean pemesanan. Keunggulan
lainnya, konsumen tidak perlu mendengarkan suara dari radio komunikasi
ketika ada pemesanan yang masuk ke pengemudi taksi.
2.2
PERKEMBANGAN
Perkembangan Blue Bird tidak cukup hanya di kota Jakarta dan
sekitarnya saja, melainkan di
kota-kota besar lain di Indonesia.
Di Bali, sejak tahun 1989 Blue Bird Group telah menempatkan armada Golden
Bird-nya, yang diikuti dengan armada taksi regular Bali Taksi pada tahun
1994. Kemudian berturut-turut pada tahun 1996 dan 1997, taksi regular
memasuki Lombok dengan nama Lombok Taksi dan kota Surabaya dengan nama
Surabaya Taksi. Sekitar bulan November 2005, Blue Bird mulai menjamah
kota Bandung dengan 75 armada taksi regulernya. Meskipun dengan jumlah
armada yang masih sedikit, Bandung Taksi ini mendapatkan pertentangan
yang cukup keras dari operator-operator taksi lainnya di Bandung. Harus
diakui jika reputasi dan brand image yang telah diposisikan oleh Blue
Bird Group, cukup menjadi ancaman terhadap operator taksi lainnya.
Blue Bird pada saat ini meningkatkan
diversifikasi produknya ke jasa angkutan non-penumpang Blue Bird dengan
menyediakan jasa Truk Container, yaitu Iron Bird dan Angkutan Kontenindo
Antarmoda. Di luar usaha transportasi primer, Blue Bird juga telah
mendirikan Holiday Resort Lombok, dan perusahaan manufacture otomotif seperti
Everlite, Restu Ibu, Ziegler Indonesia, serta usaha service lain seperti
Jasa Alam, Gas Biru, dan Ritra Konnas Freight Centre. Perusahaan transportasi
Blue Bird berhasil mengimplemantasikan solusi Business Intelligent (BI),
yakni SAP NetWeaver Business Intelligent (SAP NetWeaver
BI). Ini merupakan suatu solusi yang mengolah data mentah menjadi
informasi pendukung pengambilan keputusan perusahaan dan proses bisnis
sehingga mampu memberikan gambaran lengkap dari bisnis untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari para pengguna, professional TI dan
manajemen senior.
Solusi ini disediakan melalui
teknologi portal enterprise dan menyediakan kepada para penggunanya suatu
infrastruktur andal, peralatan yang komprehensif, kemampuan untuk melakukan
perencanaan dan simulasi, serta fungsionalitas data-warehousing.
2.3 IMPLEMENTASI
Aplikasi Business Intelligent
diperlukan perusahaan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan
menyediakan akses ke data guna membantu penggunanya mengambil keputusan
bisnis secara akurat. SAP (System Application and Product) adalah
software ERP (Enterprise Resources Planning), yaitu merupakan tools IT
dan manajemen dalam membantu pencanaan dan kebijakan perusahaan didalam
mengambil keputusan, serta merupakan software yang diimplementasikan
untuk mendukung organisasi dalam menjalankan kegiatan operasional secara
lebih efisien dan efektif. SAP terdiri dari serangkaian modul aplikasi
yang mampu mendukung semua transaksi perusahaan. Semua modul dalam
aplikasi SAP dapat diintegrasikan secara terpadu antara satu dengan
lainnya serta memungkinkan ketersediaan data yang akurat dan aktual.
ERP merupakan suatu perangkat lunak yang didesain untuk memadukan proses
bisnis yang ada, pengunaan database perusahaan untuk menghasilkan
informasi yang valid. ERP dan Business Intelligence mempunyai
keterkaitan, ERP merupakan sistem yang menintegrasikan seluruh sistem
yang ada dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan informasi yang benar
dan digunakan untuk pengambilan keputusan.
Proses implementasi Business
Intelligent di Blue Bird Group dapat berjalan dengan baik karena garis
besar cakupan proyek dan indikator kinerja kunci perusahaan sangat jelas.
Di samping itu, proses implementasi secara hirarki dan dengan dukungan
tenaga-tenaga konsultan yang professional dan berkualitas juga menjadi
faktor penting dalam keberhasilan proses implementasi. Konsultan yang andal
memahami bahwa pendekatan dari bottom up untuk mengimplementasikan
business intelligent akan membutuhkan waktu yang panjang. Sedangkan
metode top down merupakan metode yang tepat untuk mengimplementasikan
Business Intelligent. Blue Bird Group mengimplementasikan SAP Netweaver
BI untuk modul-modul Financial Accounting (FI), Controlling (CO), CO
Profitability Analysis (CO PA) Plant Maintenance (PM), dan modul yang
dirancang khusus yang dinamakan “Taximeter System” dari legacy VB sistem
perusahaan. Proses implementasi dilakukan oleh Hermis consulting. Pada
fase pertama, SAP NetWeaver BI “GO Live”.
Mengingat pertumbuhan bisnis
yang kian kompleks, Blue Bird Group mengimplementasikan SAP Business Suite,
yang membantu perusahaan mengonsolidasikan operasional yang terdiri dari 28
cabang perusahaan, lebih dari 70 pool. Setelah itu, Blue Bird Group
membutuhkan suatu sistem yang mampu mengelola laporan-laporan yang
dihasilkan SAP Business Suite guna menjadi informasi akurat yang dapat
diakses secara cepat dan tepat untuk proses pembuatan keputusan. Blue
Bird selanjutnya menginstal SAP NetWeaver BI sebagai suatu solusi yang
membantu perusahaan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari sistem
SAP-nya. Melalui implementasi solusi tersebut, Blue Bird berkeinginan memiliki
suatu solusi BI yang memberikan fungsionalitas menyeluruh dan terbaik,
serta di saat yang bersamaan juga menyediakan fitur-fitur bagi kebutuhan
spesifik industri.
Disamping itu, solusi harus mampu
mengintegrasikan data dari berbagai perusahaan dan mentransformasikan ke
dalam bentuk yang dapat dipraktekan, informasi bisnis yang tepat waktu
untuk mendorong proses pembuatan keputusan, serta menghasilkan
tindakan-tindakan yang strategis dan bisnis yang solid. Kelompok usaha
Blue Bird telah mengumumkan rampungnya pengimplementasian solusi peranti
lunak SAP dalam sistem Teknologi Informasi mereka.
Sebagai perusahaan transportasi yang
armadanya mencapai lebih dari 15.000 kendaraan, Blue Bird memerlukan
solusi TI yang handal untuk memantau banyak hal dalam operasionalnya
sehari-harinya, Order pelanggan, kendaraan yang beroperasi dan yang dalam
perawatan, sampai konsumsi bahan bakar, perlu terdata dengan baik. Dengan
tujuan integrasi dan akurasi data, solusi MySAP Business Suite dimanfaatkan
Blue Bird untuk menangani semua itu. MySAP Business Suite merupakan
solusi peranti lunak dengan fungsi luas.
Dengannya, Blue Bird dapat memonitor
banyak informasi penting secara mudah dan tepat waktu. Data tersebut akan
tersedia sesuai dengan informasi yang diperlukan oleh jajaran management
untuk membuat keputusan secara cepat. Ini tentu meningkatkan efisiensi
perusahaan. Implementasi mySAP Business Suite tersebut meliputi fungsi
keuangan, controlling, sales & distribution, material management dan
fleet management.
Di samping itu, SAP secara khusus
mengembangkan dua fungsi lain untuk Blue Bird, yakni Driver Management
dan Operation & Reservation Management agar bisa disatukan dengan
sistem mereka yang berbasiskan Visual Basic. Implementasi SAP dapat
membawa perubahan besar bagi perusahaan ini. Dapat dibayangkan hanya
dengan mengklik sebuah tombol, maka dapat melihat visibilitas di seluruh
operasional perusahaan.
Blue Bird Group merintis penggunaan
MDT (Mobile Data Transfer) dan GPS sebagai instrument pelengkap di
taksinya. MDT mirip seperti pager, dimana setiap informasi yang terkait
dengan pengemudi akan tampil dilayarnya. MDT juga merupakan alat penangkap
order dalam radius 3-4 km untuk setiap order yang dilelang via data
komputer, sehingga tidak ada istilah lagi pengemudi berebut order atau
spekulasi posisi taksi yang terlalu jauh dari tempat jemput konsumen.
Pada saat ini 50% lebih
mobil-mobil Blue Bird sudah dilengkapi dengan teknologi global positioning
system (GPS) yang dapat memantau keberadaan mobil di jalan raya. Dengan
alat ini mobil dapat dilacak di manapun keberadaannya. Selain memudahkan
para pengemudi, penumpang juga merasa lebih terlindungi jika menggunakan
Blue Bird.
Sampai saat ini masih sedikit
perusahaan taksi lainnya yang menggunakan GPS dikarenakan biayanya sangat
tinggi dan harga GPS per unit mobil adalah Rp 15 juta. Pihak manajemen
merencanakan semua taksi Blue Bird akan dilengkapi dengan sistem GPS. Salah
satu strategi yang digunakan Blue Bird didalam memelihara loyalitas
pelanggannya ialah dengan menyediakan credit voucher yang tidak hanya
untuk korporat saja, namun juga untuk perorangan. Pihaknya juga hendak menyediakan
tabel diskon tertentu. Pelanggan yang loyal
pada Blue Bird dengan program ini akan dapat menggunakan taksi dengan
harga diskon, besarannya bervariasi antara 5%-15%.
Pada saat ini Blue Bird memiliki pelanggan korporat
lebih dari 650 perusahaan. Selama ini banyak masyarakat yang mengenal
Blue Bird memang bukan karena tarifnya yang murah, melainkan karena
nyaman, aman, berkualitas dan lain sebagainya. Sebagai langkah akhir,
yang dapat dilakukan Blue Bird untuk mempertahankan adalah dengan
meningkatkan kualitas layanan yang aman dan nyaman.
Untuk menjamin hal tersebut, pihak Blue Bird sering
menggunakan mistery shopper atau penumpang yang diminta untuk menguji
sopir. Seiring dengan itu, pelatihan bagi para pengemudi mengenai
pentingnya layanan pun terus digencarkan guna memberikan yang terbaik
bagi pelanggan. Basis usaha Blue Bird terletak pada jasa transportasi,
khususnya adalah taksi dan alat angkutan / kendaraan. Secara langsung
yang menjadi penggerak utama usaha ini adalah para pengemudi-nya.
Selain berfungsi utama sebagai
driver, pengemudi juga menjalankan fungsi sebagai customer service dan
sales force, karena mau tidak mau, para pengemudi inilah yang akan
berhadapan langsung dengan penumpang / customer. Para pengemudi di Blue
Bird dilatih secara khusus dalam berbagai tahapan training. Dari para pengemudi
inilah image Blue Bird dibangun. Sehingga tidak heran bila masyarakat
mengenal Blue Bird karena para pengemudinya yang baik dan jujur.
BAB 3
PERTANYAAN STUDI KASUS
3.1 KASUS
1. Mengapa perusahaan manufaktur harus membangun
produk yang pintar dan menyediakan jasa yang pintar ?Apa manfaat bisnis yang
bisa diperoleh?
2. Teknologi Informasi apa yang digunakan oleh
perusahaan dalam kasus ini untuk membangun produk pintar dan menyediakan
layanan pintar? Komponen IT apa lagi yang dapat digunakan?
3. Apa yang menjadi batasan bagi sebuah strategi
produk dan layanan pintar?
3.2 PENYELESAIAN
1. 1. Sebuah perusahaan, diperlukan adanya
sistem informasi manajemen untuk mengatur arus kegiatan dan informasi dalam
perusahaan yang bersangkutan. Dengan sistem informasi manajemen yang
terorganisir, manajemen dapat mengambil keputusan yang tepat bagi perusahaan.
Tanpa adanya sistem informasi yang baik, niscaya perusahaan akan mengalami
kesulitan dalam mengembangkan dan bersaing dengan para kompetitornya. Beberapa
tahun yang lalu,sistem informasi perusahaan mungkin masih dikembangkan secara
sederhana. Sistem yang ada akan diatur dan dikembangkan sendiri oleh manajemen
perusahaan.
Tetapi memasuki era globalisasi
dimana teknologi menjadi salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia,
sistem informasi manajemen pun mengalami kemajuan. Mulai banyak perusahaan yang
melirik sistem informasi manajemen berbasis TI untuk meningkatkan kinerja
perusahaan. Memang banyak manfaat dan kemudahan yang akan didapat, tidak hanya
bagi pihak perusahaan, tapi juga untuk para customer yang melakukan hubungan
dengan perusahaan.Telah dibuktikan bahwa penerapan TI pada perusahaan dapat
meningkatkan kinerja dan performa, namun bukan berarti semua perusahaan serta
memutuskan untuk menggunakan SIM berbasis TI bagi perusahaan mereka.
Masih ada juga perusahaan yang bertahan dengan sistem yang telah mereka miliki.
Terlepas dari semua itu, dalam hal ini Perusahaan Taxi “Blue Bird”.
Teknologi GPS mempermudah
operator dalam menentukan posisi konsumen dan armada mana yang dapat
menjangkaunya, sehingga pelayanan bisa dilakukan lebih cepat dan
mengurangi antrean pemesanan. Keunggulan lainnya, konsumen tidak perlu
mendengarkan suara dari radio komunikasi ketika ada pemesanan yang masuk
ke pengemudi taksi.Perusahaan transportasi Blue Bird berhasil
mengimplemantasikan solusi Business Intelligent (BI), yakni SAP NetWeaver
Business Intelligent (SAP NetWeaver BI).
Ini merupakan suatu solusi yang
mengolah data mentah menjadi informasi pendukung pengambilan keputusan
perusahaan dan proses bisnis sehingga mampu memberikan gambaran lengkap
dari bisnis untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari para pengguna,
professional TI dan manajemen senior.
Solusi ini disediakan melalui
teknologi portal enterprise dan menyediakan kepada para penggunanya suatu
infrastruktur andal, peralatan yang komprehensif, kemampuan untuk melakukan
perencanaan dan simulasi, serta fungsionalitas
data-warehousing.Aplikasi Business Intelligent diperlukan perusahaan
untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data
guna membantu penggunanya mengambil keputusan bisnis secara akurat.
SAP (System Application and Product)
adalah software ERP (Enterprise Resources Planning), yaitu merupakan
tools IT dan manajemen dalam membantu pencanaan dan kebijakan perusahaan
didalam mengambil keputusan, serta merupakan software yang
diimplementasikan untuk mendukung organisasi dalam menjalankan kegiatan
operasional secara lebih efisien dan efektif. SAP terdiri dari serangkaian
modul aplikasi yang mampu mendukung semua transaksi perusahaan.
Semua modul dalam aplikasi SAP
dapat diintegrasikan secara terpadu antara satu dengan lainnya serta
memungkinkan ketersediaan data yang akurat dan aktual. ERP merupakan
suatu perangkat lunak yang didesain untuk memadukan proses bisnis yang
ada, pengunaan database perusahaan untuk menghasilkan informasi yang
valid. ERP dan Business Intelligence mempunyai keterkaitan, ERP merupakan
sistem yang menintegrasikan seluruh sistem yang ada dalam suatu
perusahaan untuk mendapatkan informasi yang benar dan digunakan untuk
pengambilan keputusan.
Proses implementasi secara hirarki
dan dengan dukungan tenaga-tenaga konsultan yang professional dan
berkualitas juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses implementasi.
Konsultan yang andal memahami bahwa pendekatan dari bottom up untuk
mengimplementasikan business intelligent akan membutuhkan waktu yang
panjang. Sedangkan metode top down merupakan metode yang tepat untuk
mengimplementasikan Business Intelligent. Blue Bird Group
mengimplementasikan SAP Netweaver BI untuk modul-modul Financial
Accounting (FI), Controlling (CO), CO Profitability Analysis (CO PA)
Plant Maintenance (PM), dan modul yang dirancang khusus yang dinamakan
“Taximeter System” dari legacy VB sistem perusahaan. Proses implementasi
dilakukan oleh Hermis consulting. Pada fase pertama, SAP NetWeaver BI “GO
Live”.
2. 1. Blue Bird selanjutnya
menginstal SAP NetWeaver BI sebagai suatu solusi yang membantu
perusahaan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari sistem SAP-nya.
Melalui implementasi solusi tersebut, Blue Bird berkeinginan memiliki suatu
solusi BI yang memberikan fungsionalitas menyeluruh dan terbaik, serta di
saat yang bersamaan juga menyediakan fitur-fitur bagi kebutuhan
spesifik industri.
Dengan tujuan integrasi dan akurasi
data, solusi MySAP Business Suite dimanfaatkan Blue Bird untuk menangani
semua itu. MySAP Business Suite merupakan solusi peranti lunak dengan
fungsi luas. Dengannya, Blue Bird dapat memonitor banyak informasi
penting secara mudah dan tepat waktu.
Data tersebut akan tersedia sesuai
dengan informasi yang diperlukan oleh jajaran management untuk membuat
keputusan secara cepat. Ini tentu meningkatkan efisiensi perusahaan.
Implementasi mySAP Business Suite tersebut meliputi fungsi keuangan,
controlling, sales & distribution, material management dan fleet
management.Di samping itu, SAP secara khusus mengembangkan dua fungsi
lain untuk Blue Bird, yakni Driver Management dan Operation &
Reservation Management agar bisa disatukan dengan sistem mereka yang
berbasiskan Visual Basic.
Implementasi SAP dapat membawa
perubahan besar bagi perusahaan ini. Dapat dibayangkan hanya dengan
mengklik sebuah tombol, maka dapat melihat visibilitas di seluruh
operasional perusahaan. Blue Bird Group merintis penggunaan MDT (Mobile Data
Transfer) dan GPS sebagai instrument pelengkap di taksinya. MDT mirip
seperti pager, dimana setiap informasi yang terkait dengan pengemudi akan
tampil dilayarnya. MDT juga merupakan alat penangkap order dalam radius
3-4 km untuk setiap order yang dilelang via data komputer, sehingga tidak
ada istilah lagi pengemudi berebut order atau spekulasi posisi taksi yang
terlalu jauh dari tempat jemput konsumen. Pada saat ini 50% lebih
mobil-mobil Blue Bird sudah dilengkapi dengan teknologi global
positioning system (GPS) yang dapat memantau keberadaan mobil di jalan
raya. Dengan alat ini mobil dapat dilacak di manapun keberadaannya.
Selain memudahkan para pengemudi, penumpang juga merasa lebih terlindungi
jika menggunakan Blue Bird. Salah satu strategi yang digunakan Blue Bird
didalam memelihara loyalitas pelanggannya ialah dengan menyediakan credit
voucher yang tidak hanya untuk korporat saja, namun juga untuk
perorangan. Pihaknya juga hendak menyediakan tabel diskon tertentu.
3. 1.
Pada
saat ini Blue Bird memiliki pelanggan korporat lebih dari 650 perusahaan.
Selama ini banyak masyarakat yang mengenal Blue Bird memang bukan karena
tarifnya yang murah, melainkan karena nyaman, aman, berkualitas
dan lain sebagainya. Sebagai langkah akhir, yang dapat
dilakukan Blue Bird untuk mempertahankan adalah dengan meningkatkan
kualitas layanan yang aman dan nyaman.
Untuk menjamin hal tersebut, pihak
Blue Bird sering menggunakan mistery shopper atau penumpang yang diminta
untuk menguji sopir. Seiring dengan itu, pelatihan bagi para pengemudi
mengenai pentingnya layanan pun terus digencarkan guna memberikan yang
terbaik bagi pelanggan. Basis usaha Blue Bird terletak pada jasa
transportasi, khususnya adalah taksi dan alat angkutan / kendaraan.
Secara langsung yang menjadi penggerak utama usaha ini adalah para
pengemudi-nya.
Selain berfungsi utama sebagai
driver, pengemudi juga menjalankan fungsi sebagai customer service dan
sales force, karena mau tidak mau, para pengemudi inilah yang akan
berhadapan langsung dengan penumpang / customer. Para pengemudi di Blue
Bird dilatih secara khusus dalam berbagai tahapan training. Dari para pengemudi
inilah image Blue Bird dibangun. Sehingga tidak heran bila masyarakat
mengenal Blue Bird karena para pengemudinya yang baik dan jujur.
BAB 4
PENUTUP
4. 1.
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas, maka penulis mampu
menyimpulkan bahwa bersama dengan makalah “Implementasi Sistem Informasi
Manajemen dalam Perusahaan” menyimpulkan bahwa Kinerja Perusahaan mampu
meningkat secara drastis apabila menerapkan sistem aplikasi perusahaan atau
biasa disebut ERP (Enterprise Resource Planning) yang dimana ada banyak sekali
aplikasi ERP dan salah satunya adalah aplikasi SAP yang diterapkan oleh Blue
Bird. Kinerja ERP yang berjalan secara otomatis, terkontrol, terstruktur,
terklasifikasi, dan terintegrasi mampu meningkatkan kinerja perusahaan yang
sebelumnya bergerak secara manual. Modul-modul dalam SAP yang terklasifikasi
mampu memudahkan user dalam
menjalankan sistem perusahaan.
4. 2.
Saran
Demikianlah pokok bahasan “Implementasi Sistem Informasi Manajemen
dalam Perusahaan” ini yang dapat kami paparkan, besar harapan kami makalah ini
dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan
referensi, Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar makalah ini dapat
disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akna datang.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Internet :
https://vannynaa.wordpress.com/2015/10/22/sistem-pada-perusahaan-taksi-blue-bird/

Jakarta

0 komentar:
Posting Komentar